Perlunya Badan Hukum Petani untuk Mempercepat Perkembangan Petani

Badan hukum petani kira-kira apa ya, yang paling cocok? Yang hampir selalu berpihak pada petani, yang menguntungkan petani, pokoknya yang bagus lah untuk petani. Karena sampai sejauh ini, pada umumnya petani hanya tergabung dalam wadah koperasi. Biasanya Koperasi Unit Desa (KUD).



Tahu sendiri kan, koperasi itu asasnya bagaimana. Dan keuntungannya seberapa. Tentu tidak besar. Karena jauh dari investor. Paling hanya mengandalkan pembiayaan dari pemerintah dan dari anggota.

Nah saya ingin mengajak diskusi lewat tulisan saya ini yang sedikit mengandung opini terkait beberapa tulisan dan pengetahuan yang saya peroleh tentang petani dan badan usaha. Karena saya rasa, sangat sedikit petani yang maju melalui badan usaha.

Mengenai badan usaha, sedikit teringat zamannya SMA dulu. Ada pelajaran ekonomi tentang badan usaha. Ini juga ada referensi dari internet tentang badan usaha. Ada perusahaan perseorangan, perseroan, CV, PT, koperasi, yayasan, dan lainnya.

Waktu kuliah semester 1 Magister agribisnis, saya pernah mendengar sedikit cerita dari dosen. Bahwa dosen tersebut pernah menulis tentang badan hukum petani yang mayoritas berbentuk koperasi. Namun si bapak dosen tersebut menulis badan hukum baru yang cocok untuk petani. Dengan memasukkan beberapa unsur badan hukum lain. Jadi modelnya berubah, dari koperasi ke sedikit kapitalis.

Beberapa kali tulisan di lombakan mendapat juara. Ketika diajukan untuk diterapkan, ditolak. Karena ada unsur kapitalis.

Kali ini saya membaca beberapa tulisan Dahlan Iskan, bahwa di Wonogiri ada badan hukum petani berbentuk PT. Sedikit tercengang. Mikir biaya pendirian PT yang tentunya lumayan besar. Tapi kok hebat juga. Apalagi pendirinya pemuda usia 32 tahun. Masih termasuk generasi milenial.


Karena berbentuk PT, ada saham-sahamnya. Dan jelas bisa mendatangkan investor. Beda dengan koperasi yang dijauhi investor.

Memang, di era sekarang, badan hukum untuk petani harus diubah. Bagaimana caranya bisa mendatangkan investor agar cepat berkembang. Kalau hanya hidup dalam badan hukum koperasi, berkembangnya lama. Itupun hanya dalam lingkup kecil. Maksimal nasional. Berbeda dengan PT yang bisa bermain hingga kelas Internasional.

Namun, menurut saya, PT terlalu memberatkan petani. Jadi perlu ada jenis badan petani yang baru. Apapun namanya itu, yang penting ada sistem baru yang berpihak pada petani namun masih mengedepankan bagaimana petani itu bisa berkembang pesat.

Masalah sistem yang berlaku di dalamnya, bisa mengakomodasi dari koperasi, CV, PT, dan badan hukum lainnya. Bisa saja diberi label BUMP (Badan Usaha Milik Petani).
Gogrin
Gogrin Kami bergerak di bidang pertanian organik, mulai budidaya hingga pengolahan

Tidak ada komentar untuk "Perlunya Badan Hukum Petani untuk Mempercepat Perkembangan Petani"